5 Tips Merawat T-Shirt Sablon Polyflex

Salah satu item produk Garage27 adalah T-SHIRT CUSTOM. Nah, dalam prosesnya ada 2 teknik, yaitu Polyflex dan DTG. Mengapa hanya dua teknik tersebut yang dipakai di antara berbagai teknik sablon lainnya? Jawabannya adalah karena dua teknik tersebut memungkinkan proses produksi sablon satuan dengan harga yang cukup terjangkau dan proses yang simpel dan cepat dibanding dengan sablon manual/konvensional misalnya.

Sebelum melangkah ke beberapa tips cara merawat t-shirt dengan sablon polyflex, tidak ada salahnya kita mengenal dulu apa itu sablon polyflex dan apa keunggulannya. Polyflex adalah nama teknik yang digunakan dan memiliki arti elastis. Sebagai media, bahan seperti sticker atau vinyl digunakan. Teknik ini paling banyak dipakai untuk jersey pemain bola.

Untuk menjaganya tetap awet, pelajari cara mudah merawat polyflex berikut ini:

1. Hindari Mencuci dengan Mesin Cuci
Untuk menjaga keawetan kaus, tas atau jaket yang memiliki sablon polyflex di atasnya, sebisa mungkin cucilah secara manual. Hal ini karena putaran pada mesin cuci akan menarik hasil sablon yang pastinya akan mempengaruhi kelenturan dan tekstur sablon. Selain itu, gesekan dengan bahan lain di dalam mesin cuci juga akan mempengaruhi kualitasnya.

2. Jangan Direndam atau Rendamlah Sebentar
Pencucian secara manual juga memerlukan beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, rendamlah kaos, tas atau jaket kamu lima hingga sepuluh menit dan jangan lebih dari itu. Merendam terlalu lama akan membuat warna sablon polyflex pudar atau bahkan terkelupas.

Jika dirasa proses perendaman tidak diperlukan, maka lebih baik jika dilewati. Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah hindari penggunaan sabun cuci dengan kandungan pemutih atau pewangi.

3. Sikatlah Perlahan
Apabila mendapati noda pada gambar sablon polyflex, sikatlah secara perlahan agar gambar tidak rusak atau terkelupas. Gunakan sikat dengan bulu sikat yang lembut. Namun, jika tidak ada nota pada hasil sablon, sebaiknya gosok atau kucek bagian lain yang tidak ada stickernya.

4. Tidak Perlu Diperas
Sama halnya dengan proses putaran pada mesin cuci, hindari memelintir saat hendak menjemur karena hal tersebut dapat membuat tekstur polyflex berlipat-lipat dan terkelupas. Cukup bilas beberapa kali hingga dirasa sabun telah luruh sempurna dan gunakan gantungan baju atau hanger. Saat menjemur, ada baiknya kain dibalik sehingga lapisan polyflex tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung.

5. Jangan Disetrika
Cara merawat sablon polyflex yang paling penting adalah jangan disetrika. Menyetrika kain pada bagian sablon secara langsung sudah pasti akan membuat polyflex rusak. Saat setrika dengan suhu panas menyentuh langsung gambar sablon, maka sticker akan langsung menempel pada permukaan setrika. Sebaiknya setrika permukaan di balik sablon atau gunakan alas di atas polyflex terlebih dahulu.

Langkah-langkah cara merawat sablon polyflex di atas sebenarnya cukup sederhana namun efektif membuat sablon kamu tahan lama baik dari segi tekstur maupun warna. Sebagai tambahan, jika tanpa sengaja hasil sablon terkelupas masih ada cara untuk merekatkannya kembali. Caranya pun cukup mudah tanpa membutuhkan mesin press.

Siapkan setrika dan sablon polyflex yang perlu kamu tempelkan kembali. Pastikan kain lurus sehingga nantinya tidak malah membuat hasil sablon berubah bentuk setelah di-press.

Gunakan kain tipis atau kertas putih dan setrika dengan suhu medium. Setelah itu, tekan setrika pada polyflex yang sudah dilapisi kain atau kertas tadi selama kurang lebih 1 menit. Apabila sablon masih belum merekat sempurna, ulangi langkah yang sama hingga sablon melekat kuat.

Itulah cara-cara mudah yang bisa kamu aplikasikan untuk merawat sablon polyflex dan tips sederhana untuk merekatkan kembali hasil printing yang hampir terkelupas.Semoga bermanfaat dan semoga t-shirt-nya awet ya…

Sumber: solusiprinting.com